![]() |
Plt Walikota Medan bersama Kepala Dinas Pendidikan Medan dan para guru. |
Atas dasar itulah Pemko Medan melalui Dinas Pendidikan Kota Medan menggelar Serasehan Medan Merdeka Belajar yang dibuka Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi di Aula Yayasan Perguruan Harapan Medan Jalan Imam Bonjol, Sabtu (28/12/2019).
Dihadapan 160 guru se Kota Medan, Akhyar mengatakan bahwa serasehan merupakan tukar pendapat ataupun brand storming. Hal ini merupakan tugas yang sangat berat, ibaratnya para guru harus membangun pondasi kehidupan bagi anak-anak. Maka dari itu para guru haruslah dengan sungguh-sungguh meletakkan pondasi tersebut.
"Basic dari anak-anak kita harus kita yang membangunnya dari awal. Ini bukanlah hal yang mudah tetapi meskipun demikian kita harus benar-benar meletakkan pondasi tersebut kepada anak-anak kita karna jika salah sedikit saja itu akan berdampak di kemudian hari," kata Akhyar.
Disamping itu, Akhyar juga menjelaskan manusia tidak hanya harus pintar aja dengan mengandalkan logika dan kemampuan berfikir tetapi harus cerdas serta harus memiliki ilmu kearifan. Dengan memiliki kearifan dapat membaca lingkungan sekitar.
"Agar tidak salah kita dalam membangun pondasi tersebut haruslah memiliki paket lengkap yakni pintar, cerdas dan tentunya memiliki ilmu kearifan sehingga dengan ilmu tersebut kita dapat melahirkan generasi muda yang arif," jelas Akhyar
Sebelumnya dalam laporannya, Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan Masrul Badri menjelaskan maksud digelarnya acara ini untuk menyongsong tantangan pendidikan di era 4.0 yang tentunya sangat berat. Salah satu upaya yang dilakukan Pemko Medan yakni dengan meluncurkan website yang berisikan informasi mengenai pendidikan.
Selanjutnya Plt Wali Kota didampingi Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan menyerahkan stiker mengenai instruksi Plt Wali Kota Medan kepada para guru dalam rangka meningkatkan Medan Merdeka Belajar dan dilanjutkan dengan pemberian kuliah umum terkait perkembangan masa kini yakni industri 4.0.(mar)